bahwa sukses bukan hanya milik yang sempurna secara fisik
ada inspirasi untuk menuliskanya, dari buku sentuhan kasih ibu, karangan muhammad lili nur aulia, dan berdamai dengan rasa malas karangan Munita yeni, dari banyaknya kisah inspiratif saya hanya ingin menuliskan sedikit kisah inspiratif pada zaman rosulullah, jujur saya merasa terharu membacanya, dari kisah-kisah inspiratif yang menuliskan banyak orang sukses tapi tidak sempurna fisiknya kebanyakan merujuk pada prestasi menjadi orang kaya, mempunyai banyak saham dan tabungan berlipat ganda.
tapi saya tidak menafikan bahwa menjadi sukses dengan banyak harta bukan suatu kehinaan bisa jadi dengan banyaknya harta justru meningkatkan kedekatan kita dengan sang pencipta.
baiklah saya akan memulai menuliskanya
allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk, bentuk buruk yang allah ciptakan, kekurangan fisik yang dimiliki seorang manusia bukanlah suatu penghalang untuk tetap menjadi hamba yang berprestasi dihadapanya. jika ada kemauan pasti ada jalan, tekad orang-orang hebat inilah yang menjadi kamus penting dalam hidupnya, orang-orang ini adalah orang-orang yang menjadi pilihan allah, allah membangkitkan semangat dihatinya untuk benar-benar menjadi kekasih.
walaupun orang-orang ini mempunyai kelebihan dan keterbatasan tapi mereka mampu menapaki jalan arti kesuksesan sesungguhnya diataranya adalah:
abul a'la al-mar'i beliua merupakan seorang yang buta sejak berumur 4 tahun dikarenakan suatu musibah, tapi beliau berhasil menjadi penyair hebar dikatakan dalam syairnya jika allah mengambil cahaya dikedua mataku allah menetapkan cahaya di hati dan jiwaku
kemudian ada imam syatibhi, beliau merupakan ulama ushul terkenal, beliau juga merupakan seorang yang buta, namun jika ada orang yang membaca shohih bukhori dan muslim, dan kitab al-muwatho', beliau akan meluruskan bacaan mereka jika terdapat kesalahan berdasarkan hafalanya.
kemudian ada musthofa shodik ar-rafi'i beliau merupakan seorang penulis, budayawan, dan tokoh peradaban islam terkenal. Ia tidak memperoleh ijazah sekolah disebabkan sakit parah yang menimpanya sehingga menimbulkan tuli, dan bahkan mulutnya sulit untuk digerakkan sehingga sulit berbicara keadaan itulah yang menjadikan kesenjangan diatara keduanya, namun ia berhasil menjadi penulis terkenal tentang ilmu sosial dan peradaban dunia.
Komentar
Posting Komentar