SHUTDOWN POSTINGAN UNFAEDAH
Belum lama ini saya mengajar pada salah satu sekolah dasar di kabupaten pekalongan. Anak didik ku seperti kebanyakan murid SD lainya yang masih suka bermain, bercanda, berantem dan membuat onar di kelas. Tapi ada satu hal yang membuat saya kaget, apa itu ? Disimak ya sampai bawah. Hehehe
Anak kelas 5 SD. Dimana pada jaman saya sekolah dulu tahun 2010, dijaman yang sudah ada teknologi tapi belum secangih dan semenarik jaman sekarang. Era teknologi yang sangat pesat ini, selain membantu, juga membuat rugi generasi kita. Postingan-postingan yang disuguhkan di beranda media sosial banyak sekali yang tidak pantas dilihat pada anak yang usianya masih belia.
Anak-anak mempunyai tahap psikologis untuk menunjang perkembanganya, pun dalam memberikan sebuah pengatahuan, anak-anak juga mempunyai tahapan-tahapan dalam proses pembelajaran. Lalu bagimana jika anak-anak melihat atau diberi suguhan pengatahuan yang sebenarnya belum layak untuk mereka ?
Menjawab pertanyaan diatas, saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya ketika mengajar anak kelas 5 SD, pada saat ini di media sosial geger dengan berita kebaya merah. Waktu itu saya mengajar mapel tema dengan pelajaran IPA, saya menjelaskan materi tentang tumbuh kembang hewan dan manusia, ditengah-tengah proses belajar mengajar ada salah satu anak didik saya nyeletuk, " bu sudah nonton yang lagi viral di media sosial itu belum bu ? " saya menangapi donk dengan antusias yang saya kira apa sebelumnya " apa emang nak ?, banyak sekali hal viral di media sosial". Jawab anak itu " itu bu kebaya merah ". Mak jleb saya kaget buat main, bukan masalah viralnya tapi masalah kok anak-anak usia mereka menangapi hal itu, berarti anak itu sudah menonton vidio itu, mereka dapat dari mana lagi kalo bukan dari media sosial yang mudah sekali dalam mengali informasi.
Sangat disayangkan, hal itu menjadi konsumsi anak-anak kita. Anak-anak yang seharusnya diberi tontonan edukasi sesuai umurnya dirusak pengatahuan dari media sosial. Hal sangat dikhawatirkan untuk tumbuh kembang anak-anak kita yang akan menganggu penanaman akhlak dan religius, hal ini lah yang menganggu dunia pendidikan untuk mewujudkan generasi anak yang berakhlak dan beradab, jika media sosial kita masih diisi hal-hal yang kaitanya dengan seks dan percintaan. Mari membantu mewujudkan cita-cita bangsa dengan menshutdown postingan-postingan tak bermutu dengan mengantinya dengan postingan-postingan edukasi. Hal ini juga tidak akab tercapai tanpa adanya kerjasama dengan orang tua untuk selalu mengkontrol putra putrinya.
Komentar
Posting Komentar