Kau mau sebut aku apa?
Dan kelak kau akan menjadikan aku apa?
Aku memang perempuan
Yang akan patah jika dipaksa diluruskan.
Yang akan semakin bengkok jika diabaikan.
Teruntuk kelak yang akan menjadi pemimpin ku, pemimpin anak-anak kita. Dan pemimpin surga keluarga kita.
Aku adalah perempuan, yang akan menjadi madrasatul ula bagi anak-anak kita. Tolong didik aku menjadi baik, jika kita belum ditakdirkan bersama, mungkin karena faktor waktu, jaga aku dengan doa, jangan kau dekati aku yang masih bukan muhrim mu, jaga hati ku dari kebaperan yang sering kali hinggap di hati wanita.
Wahai laki-laki yang masih bukan muhrimnya, tolong hargai usaha wanita mu ini, menjaga dirinya, menjaga fitrahnya, agar kelak ia patut disebut bidadari surga.
Wahai laki-laki yang mengharap soleh, jagalah wanita mu ini dari gombalan yang dapat menjadikan angan-angan. Jaga hatinya dari berbuat dosa. Karena kelak laki-laki yang sholeh akan berdampingan dengan perempuan sholehah.
Aku bukan sok suci, bukan sok alim, atau apalah, aku hanya wanita yang berharap dan sedang berusaha menjadi sholehah. Sungguh itu adalah cita-cita yang amat berat untuk meraihnya.
Maafkan kami, ketika kami khilah, ketika kami tidak bisa menjaga etika, ketika kami sering pamer wajah di media soasial atau tingkah kami yang mungkin sering kali membuat para laki-laki geleng-geleng kepala, kami tidak semulia khodijah, tidak setakwa aisyah, dan tidak secantik fathimah. Kami hanyalah manusia biasa yang memgharap jadi sholehah.
@rismarumaitsah
Komentar
Posting Komentar