Jejak perpisahan
Perpisahan selalu saja hadir disetiap pertemuan, tidak ada yang bisa
menghalangi.
Disuakai atau dibenci, akan mutlak terjadi, kadang menyisakan sedikit bahagia, kadang pula menyisakan sedikit air mata.
Ahh kenapa setiap sesal dalam hidup selalu dari perpisahan. Ukiran kenagan yang begitu indah, tiba2 hilang bagai gambar pasir yang terhempas ombak.
Dan kenapa setiap perkenalan membawa pada kecemburuan yang sangat dahsyat. Seolah aku tidak pernah suka padanya.
Apakah kata suka harus diucapkan, sehingga banyak orang mengatahui kalo aku adalah milikmu.
Aku heran sebenarnya siapa yang salah? Sikap ku yang begitu kekanak2kan atau engkau yang mencintai ku.
Kenapa harus berakhir perpisahan, jika kita baru saja bertemu. Kita baru saja memulai. Menahkodai perahu perasaan yang kadang tak menentu.
Aku selalu ragu, tentang perasaan ini, tentang pertemuan ini. Salah kah jika aku meminta keyakinan.
Untukmu yang masih aku ragui.
Selamat siang, selamat menikmati duniamu. Selamat kamu sudah membuat aku menangisi perasaan ini.
Buat kamu yang mungkin hanya ingin mampir sambil menikmati kopi.
Kalo aku tau awal aku tidak ingin memberikan hati.
#catatan siang
Komentar
Posting Komentar