Postingan

Menampilkan postingan dari 2019
Surat untuk kaum laki-laki Kau mau sebut aku apa? Dan kelak kau akan menjadikan aku apa? Aku memang perempuan Yang akan patah jika dipaksa diluruskan. Yang akan semakin bengkok jika diabaikan. Teruntuk kelak yang akan menjadi pemimpin ku, pemimpin anak-anak kita. Dan pemimpin surga keluarga kita. Aku adalah perempuan, yang akan menjadi madrasatul ula bagi anak-anak kita. Tolong didik aku menjadi baik, jika kita belum ditakdirkan bersama, mungkin karena faktor waktu, jaga aku dengan doa, jangan kau dekati aku yang masih bukan muhrim mu, jaga hati ku dari kebaperan yang sering kali hinggap di hati wanita. Wahai laki-laki yang masih bukan muhrimnya, tolong hargai usaha wanita mu ini, menjaga dirinya, menjaga fitrahnya, agar kelak ia patut disebut bidadari surga. Wahai laki-laki yang mengharap soleh, jagalah wanita mu ini dari gombalan yang dapat menjadikan angan-angan. Jaga hatinya dari berbuat dosa. Karena kelak laki-laki yang sholeh akan berdampingan dengan...
Bait Doa Pekalongan, 21 agustus 2019 Jika jarak jauh, dekatkanlah ia dengan bertemu. Jika Rindu amat menyiksa dekatkanlah ia dengan sebait puisi indah. Jika wajahmu sedu hapuslah ia dengan segenggam senyum manis. Jika kau ingin sekali bertemu, hamparkanlah sajadah sholatmu. Jika hati mu gundah, lantunkanlah kalam rabbmu. Jika kau amat sekali ingin memilikinya, kejarlah ia dengan bait-bait permintaan yang mengambarkan bahwa kau ingin sekali bersamanya. Tuhan selalu mengabulkan permintaan hambanya.  Selamat malam kekasih, selamat mngukir bait-bait indah. Semoga kebahagiaan yang mempertemukan kita. Dari kekasih untuk kekasih yang ingin dikasihi oleh sang maha mengasihi. @rismarumaitsah
            "Sajak indah di sepeninggal sang guru bangsa"        Saya ingin menuliskan, sebuah puisi indah yang sangat mengharu, diciptakan dengan uraian air mata, mengenang bahwa sosok yang digambarkan dalam puisi itu sungguh sangat berarti bagi hidupnya. Seluruh penjuru dunia sangat kelihangan sosoknya, kehilagan penerang rohani,. Bagai sang pecinta kehilangan kekasihnya.          Sang penulis penyair pasca sepeninggal sang guru adalah gus haidar hafeez, beliau adalah pengasuh pondok pesantren Darul ulum karangpandan rejoso pasuruan jawa timur sekaligus menjadi wakil ketua lesbumi NU pasuruan.           Berikut puisi indah yang sangat mengharu biru untuk sang guru tercinta. Yang berjudul "Pantas pagi ini ka'bah diguyur Hujan" Hujan Kau kabarkan padaku Subuh ini telah berpulang Kiai maimun zubair Labbaik Allhumma labbaik Mbah maimun Engkau hadir Memenuhi panggilan tuhan...
Ingin kembali @rismaayu Ku luangkan waktu Menulis sajak tentang dirimu Mengambarkan  sejuta expresi cinta Aku tak akan bilang kalo aku mencintaimu Dari detik yang aku dengar Dari aliran air yang aku sentuh Dari dedauan hijau  yang aku lihat Aku merasa, engkau selalu menjadi bayangan dalam setiap ejaan kata. Mungkin, aku adalah gunung yang kau lihat saat kau dipantai. Tak mungkin kau secepat itu padaku. Sakit sesal yang aku alami, tak pernah menghikangkan rasa, yang entah aku sebut apa. Kekasih, kemarilah, dekap aku dalam bait doa indahmu Kekasih kemarilah, tuntun aku mengapai angan yang pernah kita ukir bersama Kekasih layakkan aku untuk kau gandeng dalam setiap waktu perlu mu.
12 agustus 2019 Pernah Kamu pernah menjadi nama yang aku sebut dalam doa Kamu pernah menjadi angan dalam sepi yang ku temuai Kamu pernah menjadi bunga yang sangat indah ditaman hati yang kumiliki Kamu pernah menjadi satu-satunya orang yang kusebut dalam malam sunyi Kamu pernah menjadi harapan, seperti kemarau panjang yang banyak mengharapkan hujan. Kamu pernah menjadi gula pada kepahitan hidupku yang sangat diperlukan Ah, semua hanya pernah dan tak mungkin terjadinya untuk selamanya. Hati kita sudah berbeda jalur
Pekalongan, 12 agustus 2019 Rindu Sebuah kata dalam aktualisasi jiwa Bergetar hati jika mendegarnya Mengigil jika langsung berhadapan dengannya Wahai jiwa yang dilanda rindu Kembalilah keharibaan MU Bukan waktunya engkau bergemuruh.

Jejak perpisahan

Perpisahan selalu saja hadir disetiap pertemuan, tidak ada yang bisa  menghalangi.  Disuakai atau dibenci, akan mutlak terjadi, kadang menyisakan sedikit bahagia, kadang pula menyisakan sedikit air mata.  Ahh kenapa setiap sesal dalam hidup selalu dari perpisahan. Ukiran kenagan yang begitu indah, tiba2 hilang bagai gambar pasir yang terhempas ombak. Dan kenapa setiap perkenalan membawa pada kecemburuan yang sangat dahsyat. Seolah aku tidak pernah suka padanya.  Apakah kata suka harus diucapkan, sehingga banyak orang mengatahui kalo aku adalah milikmu.  Aku heran sebenarnya siapa yang salah? Sikap ku yang begitu kekanak2kan atau engkau yang mencintai ku.  Kenapa harus berakhir perpisahan, jika kita baru saja bertemu. Kita baru saja memulai. Menahkodai perahu perasaan yang kadang tak menentu.  Aku selalu ragu, tentang perasaan ini, tentang pertemuan ini. Salah kah jika aku meminta keyakinan.  Untukmu yang masih aku ragu...

Dalam kesunyian malam

Pekalongan, 27 juli 2019 Makna malam Malam adalah rindu, Bagi mereka pencandu sunyi. Malam adalah kenagan bagi mereka pelaku sejarah yang menyelinap masuk tanpa undagan. Malam adalah senapan bagi mereka yang berusaha mengusik hati. Malam adalah suara lembut yang menyapa para kekasih. Malam adalah durjana bagi mereka yang ditinggal tanpa sebab. Karena malam kesunyian semakin menjadi dikala rindu tak tersampai. Karena malam dia yang dulu jadi kita kini kembali terurai dalam dinginya malam. Dan aku menjadikan malam sebagai sebuah kebahagian, menyediri, dan berkutat pada ambisi yang belum juga tercapai. Dan bagiku malam adalah Kamu, yang amat dingin. Setelah siang menghangatkan